4 April 2013

Pers Harus Berani Wartakan Fakta

Posted by
Peringatan puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2013 tingkat Sumbar di Sim­pangapek, Kabupaten Pa­saman Barat (Pasbar), kemarin (30/3), mengelorakan se­ma­ng­at baru bagi insan pers di Sumbar. Insan pers dituntut berani mengangkat fakta dan realita, sebab tak ada berita tanpa aksi.

Penegasan itu diutarakan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Tarman Azzam. Dia men­yebutkan bahwa kemajuan dae­rah tergantung pada keberadaan pers, di samping kualitas pe­merintah, keberadaan sum­ber­daya manusia (SDM) dan sum­berdaya alam (SDA). Plus, ke­hadiran perbankan, kesehatan, perdagangan, pendidikan, dan infrastruktur.

“Keberadaan pers dapat mem­berdayakan suatu daerah. Tan­pa pers, keterbukaan inf­or­masi dan program daerah bisa stagnan,” kata Tarman Azzam pada acara digelar di aula kantor Bupati Pasbar mulai pukul 10.00 itu.

 Tarman Azzam me­ngi­ngat­kan mengingatkan, insan pers harus kritis sesuai hukum dan kode etik jurnalisitik. “Pers itu harus menjadi penuntut kea­dilan dan kebenaran. Tidak takut, tidak menyerah pada musuh. Bukan itu saja, war­ta­wan itu harus banyak akal dan kaya siasat,” tegasnya.

Kebebasan pers di Indonesia, aku Tarman Azzam, masih memiliki kendala mulai kua­litas SDM, profesionalitas, dan kesejahteraan pers juga belum terjamin. “Kendala lainnya, belum kuat budaya demokrasi, transparansi dan akun­ta­bilitas. Akses informasi be­lum terbuka secara normal, serta lingkungan hidup dan HAM masih ada bermasalah. Untuk membangun daerah itu, juga harus memiliki antusiasme tinggi mulai dari kerja keras dan disiplin,” sebutnya.

Selain Tarman Azzam, pun­­­cak HPN Sumbar itu juga di­hadiri Wakil Menteri Per­hubungan (Wamenhub) RI Bambang Susantono, Gu­ber­nur Sumbar Irwan Pra­yitno, Bupati Pasbar Ba­ha­ruddin R, Wabup Pasbar Syahrul Dt Marajo, Sekkab Pasbar Yul Rizal Baharain, Ketua PWI Sumbar Basril Basyar. Juga, tokoh pers, awak media, para wartawan, dan undangan lain­nya.

Wamenhub Bambang Su­san­tono mengatakan, selain menghadiri HPN 2013, ke­hadirannya di Pasbar juga untuk meninjau Bandara Pu­sako Anak Nagari. Sepanjang per­syaratan membuka bandara di daerah terpenuhi, pihaknya tidak akan mem­per­sulit.

“Kalau bisa jangan Pas­bar saja membuka ban­dara, tapi kabupaten lain di Sumbar juga harus mengusulkan pem­bukaan bandara. Ten­tunya, daerah itu juga harus me­menuhi persyaratan dan pe­ra­turan,” ujarnya.

Di sisi lain, Gubernur Sum­bar Irwan Prayitno me­nga­takan, peranan pers mem­bangun daerah terbukti dapat membawa perubahan lebih baik. Dia berharap media da­lam memberitakan suatu be­rita, harus sesuai kode etik jur­nalistik dan undang-un­dang. Kalau sudah dijalankan aturan jurnalistik itu, dia yakin pem­beritaan juga tidak bakal be­rmasalah di kemudian hari.

“Pe­kerjaan wartawan ini san­gat mulia dan sangat dihargai karyanya. Melalui HPN ini, diharapkan dapat membawa kemajuan daerah. Sesuai temanya ’Pers bermutu, nagari m­aju’,” kata Gubernur Sum­bar.

Bupati Pasbar Baharuddin R ­mengatakan, kegiatan HPN ini diharapkan mampu mem­bawa kemajuan daerah. Selain itu kehadiran rombongan Ke­men­hub dan gubernur Sum­bar, diharapkan mampu mem­percepat operasional Bandara Pusako Anak Nagari Laban, di Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo.

“Kehadiran bandara udara tidak serta merta mencari keuntungan saja bagi Pemkab Pasbar. Ter­penting, dampak kehadiran bandara bisa meningkatan pe­rekonomian masyarakat secara keseluruhan,” kata Bupati Pasbar.

 (Sumber: Padang Ekpres)