22 September 2010

Rumus Quick Count Direkayasa, KPU Kab Bandung Pecat Oknum Staf

Posted by

Bandung - KPU Kabupaten Bandung mengakui ada kesalahan penghitungan suara secara elektronik. Buntutnya seorang CPNS staf KPU yang diduga kuat telah salahgunakan wewenang dipecat. CPNS yang berinisial TM itu, diberhentikan sejak 29 Agustus kemarin karena merekayasa rumus penghitungan suara cepat.

Hal itu diungkapkan ketua KPU Kabupaten Bandung Osin Permana saat ditemui di Kantor Kecamatan Banjaran Jalan Raya Banjaran, Selasa (31//8/2010). "Sejak tanggal 29, TM sudah tidak masuk kerja dan kami sudah menggelar pleno, hingga keluar keputusan TM dibebastugaskan," ujar Osin.

Osin mengatakan, KPU membagikan CD pada awal Agustus yang berisi program excel untuk penghitungan quick count versi KPU, yang telah dirancang sedemikian rupa.

"Kami hanya membuat formulir elektronik berupa microsoft excel. Tapi ketika dibagikan ke petugas PPS dan PPK ternyata ada yang mengubah rumusnya, dan kami
sudah melakukan identifikasi bahwa itu benar dilakukan oleh TM," jelas Osin.

Namun terkait melejitnya suara cabup nomor urut 7 yaitu Dadang Naser-Deden Rumadji, Osin menyangkal jika KPU melakukan penggelembungan suara. Menurutnya
KPU tidak mengarahkan opini publik pada 1 pasangan calon.

"Penggelembungan suara itu dasarnya darimana kami juga tidak membuat atau mengarahkan opini publik. Media saja yang menyebarkan tulisan," kilah Osin.

Hingga kini, kata osin, KPU belum bisa memastikan apakah pemilu akan berlangsung 1 putaran atau 2 putaran, karena penghitungan masih belum selesai. Saat ini, penghitungan suara dilakukan secara manual di masing-masing PPK.

Sementara itu hasil quick count versi KPU telah ditutup Senin (30/8/2010) malam dimana Dadang-Deden menempati urutan pertama dan Ridho-Darus di urutan kedua.

Perolehan suara terakhir versi KPU hingga senin pukul 21.00 WIB

1. Marwan Efendiri -Asep Nurjaman : 3,47 persen
2. Atori Herdianajaya-Dadi Gyardani Jiwapraja : 6,01 persen
3. Tatang Ruswandar-Ujang Sutisna : 3,92 persen
4. Deding Ishak-Siswanda Harso Sumarno : 17,70 persen
5. Yadi Srimulyadi-Rusna Kosasih : 15,88 persen
6. Asep Soleh-Dayat Somantri : 1,87 persen
7. Dadang M Naser-Deden Rukman Rumaji : 29,87 persen
8. Ridho Budiman Utama-Dadang Rusdiana : 21,27 persen

Dengan jumlah suara sah 1.269.157, jumlah suara tidak sah 53.133. Dari Jumlah DPT 2.129.802 partisipasi pemilih 1.322.290 atau 62,09 persen.
(tya/ern)