Faktanya, dalam momen-momen tertentu bukan cuma rajin menayangkan rekaman wawancara langsung SBY di studio internal Istana lewat youtube. Tapi, juga rajin memuncul informasi di status akun sosmed seperti Facebook. Isinya pun cenderung meluruskan –versi SBY– berita media massa yang beredar di publik.
Baca juga: Max Sopacua tuding pemilik media giring opini Demokrat pecah dan Kedubes Korsel tegaskan warganya tak terlibat hacker jebol situs KPU
Seperti berita heboh tentang pertemuan SBY dan koalisi Merah Putih di Cikeas Selasa kemarin (2/9/14). Pada sekitar Pukul 11.00 WIB, Rabu siang tadi (3/9/14) muncul di status akun facebook khusus yang bernama Susilo Bambang Yudhoyono. Isinya pun informasi yang disusun semacam berita straight news.
Penyajiannya juga terkesan menyejukkan, dan bertolak belakang dengan kabar yang berkembang di publik. Diketahui, kabar beredar melebar dengan berbagai spekulasi tentang posisi SBY sebagai orang nomer satu di Partai Demokrat dalam menghadapi dua kubu antara Jokowi dan Prabowo menjelang disahkannya pemerintahan Jokowi-JK 20 Oktober mendatang.
Berikut ini kutipan status dari facebook Susilo Bambang Yudhoyono;
Sambil menikmati sarapan nasi kuning, Selasa (2/9) pagi, Presiden SBY menerima silaturahmi Koalisi Merah Putih sebagai bagian dari komunikasi yang dibangun Kepala Negara pasca putusan Mahkamah Konstitusi di kediamannya, di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden SBY menyampaikan apresiasinya terhadap Koalisi Merah Putih yang mengambil sikap untuk mengakui hasil Pilpres 2014 sebagai bakti mereka terhadap bangsa.
“Memang Pilpres sekarang sangat dinamis, bahkan dunia beri apresiasi pada saya. Pemilu, baik Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden berjalan damai dan demokratis,” ungkap Presiden SBY.
Dalam keterangan pers, Presiden SBY sampaikan bahwa pilihan Koalisi Merah Putih untuk aktif mengawal pemerintahan sebagai kekuatan penyeimbang diperlukan, apabila hal itu ditujukan sebagai bagian dari check and balance.
“Untuk memastikan haluan negara, kemajuan pemerintah dan jalannya pemerintah itu berjalan benar, maka peran itu diperlukan. Itu inti pertemuan,” Presiden menambahkan.
Sebelumnya, Kepala Negara telah bertemu Joko Widodo di Bali untuk mengkomunikasikan informasi dan keterangan mengenai agenda kenegaraan yang sedang berlangsung hingga tahun depan kepada Presiden terpilih tersebut.
Pertemuan yang berlangsung selama satu jam tersebut dihadiri oleh pimpinan partai dalam Koalisi Merah Putih, diantaranya adalah Hatta Rajasa dan Taufik Kurniawan (PAN), Fadli Zon (Gerindra), Idrus Marham dan Tantowi Yahya (Golkar), Hidayat Nurwahid dan Fahri Hamzah (PKS) dan BM Wibowo (PBB). @licom-9.
Sumber:LENSAINDONESIA
03:22
