4 September 2014

Jadi Presiden, Jokowi Janji Akan Lebih Longgar terhadap Pers

Posted by
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden terpilih Joko Widodo mengaku tidak ingin ada pengamanan terlalu ketat terhadap pers yang akan meliput berbagai kegiatannya sebagai presiden nanti. Apalagi, dia juga sudah mendapatkan pesan khusus dari para pemimpin redaksi media massa yang tergabung dalam Forum Pemred.

"Tadi dibicarakan, kalau sudah di istana itu dengan pers seperti apa," kata Jokowi seusai menggelar pertemuan tertutup dengan para pemred di sebuah restoran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2014) malam.

Jokowi mengaku akan meninggalkan tradisi pengamanan yang ketat pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selama ini, wartawan yang meliput kegiatan kepresidenan harus menggunakan ID pers khusus dan pakaian rapi. Wartawan juga hanya bisa mendapatkan keterangan SBY melalui konferensi persnya, bukan wawancara secara langsung.

"Maunya saya ya seperti ini sajalah, di mana-mana bisa (wawancara)," kata Jokowi.

Jokowi menyadari bahwa keberadaan pers sangat penting dalam mengawal sebuah pemerintahan. Oleh karena itu, dia tidak ingin membatasi ruang kerja peliputan media.

"Ya, kita perlu dapat masukan-masukan, perlu mendapatkan input dari siapa pun. Pemred mempunyai telinga yang banyak di mana-mana, info yang banyak di mana-mana," ucap Jokowi.

Sumber: Kompas

Jokowi Tak Ingin Ikuti Gaya Jumpa Pers SBY

Posted by
VIVAnews - Setelah terpilih menjadi presiden, Joko Widodo berharap tidak ada perubahan pengamanan terhadap awak media yang melakukan peliputan. Pria yang akrab disapa Jokowi ini berharap bisa mengubah tradisi di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di mana para awak media hanya menunggu konferensi pers.

"Maunya saya, ya seperti ini sajalah, di mana-mana bisa wawancara," katanya usai pertemuan tertutup dengan para pemimpin redaksi (pemred) sejumlah media di Jakarta, Selasa, 2 September 2014.

Jokowi merasakan keuntungan dengan kedekatannya dengan media massa. Ia merasa terbantu dalam menjalankan pengawasan semua program. Selain itu, ia juga mengaku banyak mendapatkan masukan dari media.

"Ya kita perlu dapat masukan-masukan. Kita perlu mendapatkan input dari siapapun. Media infonya banyak dari mana-mana," ujarnya.

Oleh sebab itu ia mengatakan akan melakukan pertemuan rutin dengan para pemred media setelah resmi dilantik."Ya di istana, pertemuan dua bulan sekali," katanya.

Jokowi menjelaskan alasan kenapa pertemuan rutin harus dilakukan dengan para pemred. "Pemred punya telinga yang banyak. Di mana-mana info yang banyak," ujar dia.

Sumber: VIVAnews

Status Akun Facebook SBY Luruskan Berita Cikeas Diplintir-plintir

Posted by
LENSAINDONESIA.COM: Manajemen imij personal Presiden SBY di akhir masa jabatannya belakangan, agaknya, semakin maksimal berupaya meluruskan dan mengimbangi berita tentang jati diri SBY cenderung diplintir-plitir media massa, termasuk jejaring sosial.

Faktanya, dalam momen-momen tertentu bukan cuma rajin menayangkan rekaman wawancara langsung SBY di studio internal Istana lewat youtube. Tapi, juga rajin memuncul informasi di status akun sosmed seperti Facebook. Isinya pun cenderung meluruskan –versi SBY– berita media massa yang beredar di publik.

Baca juga: Max Sopacua tuding pemilik media giring opini Demokrat pecah dan Kedubes Korsel tegaskan warganya tak terlibat hacker jebol situs KPU

Seperti berita heboh tentang pertemuan SBY dan koalisi Merah Putih di Cikeas Selasa kemarin (2/9/14). Pada sekitar Pukul 11.00 WIB, Rabu siang tadi (3/9/14) muncul di status akun facebook khusus yang bernama Susilo Bambang Yudhoyono. Isinya pun informasi yang disusun semacam berita straight news.

Penyajiannya juga terkesan menyejukkan, dan bertolak belakang dengan kabar yang berkembang di publik. Diketahui, kabar beredar melebar dengan berbagai spekulasi tentang posisi SBY sebagai orang nomer satu di Partai Demokrat dalam menghadapi dua kubu antara Jokowi dan Prabowo menjelang disahkannya pemerintahan Jokowi-JK 20 Oktober mendatang.

Berikut ini kutipan status dari facebook Susilo Bambang Yudhoyono;

Sambil menikmati sarapan nasi kuning, Selasa (2/9) pagi, Presiden SBY menerima silaturahmi Koalisi Merah Putih sebagai bagian dari komunikasi yang dibangun Kepala Negara pasca putusan Mahkamah Konstitusi di kediamannya, di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden SBY menyampaikan apresiasinya terhadap Koalisi Merah Putih yang mengambil sikap untuk mengakui hasil Pilpres 2014 sebagai bakti mereka terhadap bangsa.

“Memang Pilpres sekarang sangat dinamis, bahkan dunia beri apresiasi pada saya. Pemilu, baik Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden berjalan damai dan demokratis,” ungkap Presiden SBY.

Dalam keterangan pers, Presiden SBY sampaikan bahwa pilihan Koalisi Merah Putih untuk aktif mengawal pemerintahan sebagai kekuatan penyeimbang diperlukan, apabila hal itu ditujukan sebagai bagian dari check and balance.

“Untuk memastikan haluan negara, kemajuan pemerintah dan jalannya pemerintah itu berjalan benar, maka peran itu diperlukan. Itu inti pertemuan,” Presiden menambahkan.

Sebelumnya, Kepala Negara telah bertemu Joko Widodo di Bali untuk mengkomunikasikan informasi dan keterangan mengenai agenda kenegaraan yang sedang berlangsung hingga tahun depan kepada Presiden terpilih tersebut.

Pertemuan yang berlangsung selama satu jam tersebut dihadiri oleh pimpinan partai dalam Koalisi Merah Putih, diantaranya adalah Hatta Rajasa dan Taufik Kurniawan (PAN), Fadli Zon (Gerindra), Idrus Marham dan Tantowi Yahya (Golkar), Hidayat Nurwahid dan Fahri Hamzah (PKS) dan BM Wibowo (PBB). @licom-9.
Sumber:LENSAINDONESIA