Rabu 20 Mei 2009 sekitar pukul 06:30 WIB, pesawat C-130 Hercules Alpha jatuh di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Lebih dari 100 orang tewas, dan tiga rumah luluh lantak.
Ada benang merah cukup jelas dari kedua peristiwa maut itu: kelalaian manusia telah mengakibatkan bencana! Namun sering kali pula kita mencoba menghibur diri menyamarkan ‘bencana’ menjadi ‘musibah’ , ‘kecelakaan’, bahkan akhirnya pasrah menyimpulkan sebagai ‘takdir’.
Kearifan untuk memetik hikmah dari kedua tragedi –juga peristiwa-peristiwa tragis lainnya– tersebut adalah kesadaran tak mengulang kelalaian, dan kebiasaan menganggap sepele masalah serius yang mungkin bisa berakibat fatal.
Dalam kasus Situ Gintung kelalaian itu jelas dari ketidakpedulian para pihak terkait terhadap kondisi tanggul yang sejak jauh hari sudah menunjukkan tanda-tanda bakal jebol. Sedangkan dibalik tragedi Hercules, kelalaian kita antara lain membiarkan pesawat uzur tetap dinyatakan laik terbang untuk menempuh jarak ribuan mil.
Tak penting memperdebatkan siapa yang salah. Apalagi sekadar menjadikan komoditi topik bahasan yang hasilnya cuma hamburan ludah pengamat ini dan itu. Apalagi kalau kesimpulannya hanya berujung menuding ketiadaan anggaran sebagai kausalita, hingga kehilangan daya mengantisipasi bencana. Pola penanganan masalah cenderung project oriented seperti itu cuma akan menghasilkan bom waktu bencana.
(21 Mei 2009 / zamsaja)
04:59